Semua Kategori

Ilmu Populer Industri

Beranda >  Berita&Blog >  Ilmu Populer Industri

Cara memilih Gearbox yang paling sesuai?

Feb 04, 2026

ⅰ. Pertanyaan reflektif pertama: Mengapa peralatan saya memerlukan sebuah rEDUKTOR ?

 

Langkah pertama dalam pemilihan bukanlah memeriksa parameter, melainkan memperjelas kebutuhan. Sebagaimana seorang dokter memulai diagnosis dengan mengambil riwayat medis pasien, Anda pun harus terlebih dahulu menentukan peran reduktor dalam peralatan Anda:

 

Apa misi utamanya?

Apakah kita cukup hanya menurunkan kecepatan motor untuk memperlambat putaran output? Ataukah kita perlu meningkatkan torsi output motor guna memberikan lebih banyak daya ? Atau mungkin keduanya?

Dalam kebanyakan kasus, reduktor menjalankan dua fungsi utama secara bersamaan: reduksi kecepatan dan peningkatan torsi.

 

Dalam situasi apa reduktor ini digunakan?

Apakah peralatan Anda merupakan instrumen pengujian medis presisi? Penghancur tambang berdaya tinggi? Lini produksi otomatis berkecepatan tinggi? Atau mesin konstruksi luar ruangan yang terpapar angin dan sinar matahari?

Lingkungan kerja yang berbeda (suhu, kelembapan, debu, kondisi korosif, serta persyaratan kebersihan) dan aplikasi industri yang beragam menuntut jenis gearbox, kelas proteksi, bahan, serta spesifikasi masa pakai yang sangat berbeda.

 

Apa jenis beban yang dikenakan?

Ini sangat penting! Apa yang terhubung ke reduktor Anda pada sisi output-nya?

(1) Beban Seragam: Untuk aplikasi seperti kipas, pompa, dan sabuk konveyor yang beroperasi pada kecepatan konstan (beban stabil), kriteria pemilihannya relatif ringan.

(2) Beban Kejut Sedang: Contohnya adalah mixer (di mana distribusi material mungkin tidak merata) dan mesin pengemas (beroperasi secara intermiten). Berikan batas toleransi yang memadai.

(3) Beban Kejut Berat: Crusher, mesin stempel, dan bucket ekskavator. Ini adalah ujian terberat bagi gearbox! Saat memilih model, utamakan ketahanan terhadap benturan dan faktor layanan.

 

Bagaimana dengan jadwal kerja?

Apakah peralatan beroperasi secara kontinu selama 24 jam sehari (shift S1), atau mengikuti siklus kerja-istirahat (shift S3, S5)?

Mode kerja yang berbeda secara langsung memengaruhi perhitungan panas dan umur pakai reduktor.

图片 2(d3232e75cb).png

 

 

iI. Menetapkan parameter inti: torsi, kecepatan, dan daya

 

Setelah persyaratan ditentukan, kami mulai bekerja dengan angka. Parameter berikut ini menjadi dasar pemilihan:

 

Daya motor (P 1 ) dalam kW.

Kecepatan: Terdapat kecepatan input (n 1 ) dan kecepatan output yang dibutuhkan (n 2. [Satuan: rpm].

Ini secara langsung menentukan rasio reduksi (i).

Rasio reduksi i = n 1 / n 2. .

Sebagai contoh, jika motor berputar pada 1450 rpm dan Anda memerlukan output 145 rpm, maka i = 1450 / 145 = 10.

 

Torsi output yang dibutuhkan (T 2. ):Ini adalah parameter paling kritis! Parameter ini menentukan besarnya torsi yang harus dihasilkan oleh reduktor untuk menggerakkan beban Anda. Satuan yang umum digunakan adalah Nm (newton-meter).

Bagaimana cara menghitungnya? Secara teoretis, Anda perlu mengetahui torsi hambatan beban. Dalam praktiknya, insinyur sering menggunakan rumus empiris, membandingkan dengan peralatan serupa, atau mengukur torsi motor yang diperlukan untuk menggerakkan beban guna menyimpulkan nilai tersebut (jangan lupa membaginya dengan rasio reduksi dan efisiensi). t forget to divide by the reduction ratio and efficiency).

Sederhananya: pertimbangkan bagaimana berat  serta sulit  beban Anda adalah untuk berputar.

Hubungan daya–torsi–kecepatan dinyatakan sebagai: T = 9550 × P / n, di mana T menyatakan torsi (Nm), P mewakili daya (kW), dan n menunjukkan kecepatan putar (rpm).

 

Faktor Layanan (f ):

Semakin tinggi dampak beban, semakin berat kondisi operasi, dan semakin lama masa pakai yang dibutuhkan, maka faktor keamanan yang dipilih harus semakin besar (umumnya berkisar antara 1,2 hingga 2,5 atau bahkan lebih tinggi). Torsi akhir yang dipilih dihitung sebagai: Torsi Terpilih 2. = Torsi Teoretis ₂ × f .

 

III. Penyesuaian Mode Pemasangan: Ruang dan Konektivitas yang Cerdas

Reducer bukan komponen terpisah; reducer harus menghubungkan motor dengan beban serta dipasang secara kokoh pada peralatan. Metode pemasangan umum meliputi:

图片 3(cddf4b9885).png

O ujung keluaran

(1) Poros padat

(2) Poros berongga

(3) Keluaran berflens

Ujung masukan

(1) Flens masukan

(2) Poros masukan

Pemasangan perangkat:

(1) Dipasang di kaki: Reduktor memiliki lubang pemasangan di bagian dasarnya, yang diikatkan ke alas dengan baut. Jenis ini stabil dan andal, serta merupakan jenis yang paling umum.

(2) Dipasang berflens: Output atau sisi reduktor dilengkapi flens untuk pemasangan peralatan, sehingga menghemat ruang.

(3) Dipasang dengan Lengan Torsi: Konfigurasi ini biasanya digunakan pada gearbox berukuran sedang hingga besar atau aplikasi yang memerlukan penyerapan torsi reaksi, di mana lengan torsi harus dipasang untuk fiksasi yang aman.

*Titik pemilihan utama: Pilih kombinasi yang paling nyaman, hemat ruang, dan andal berdasarkan tata letak perangkat Anda, jenis motor (dengan atau tanpa flens IEC), serta metode koneksi beban. Konfirmasi ketersediaan ruang pada gambar sangat penting!

iV. Pertimbangan Lingkungan dan Efisiensi: Detail Menentukan Keberhasilan atau Kegagalan

Tingkat proteksi (peringkat IP) : Apakah reduktor beroperasi di lingkungan yang berdebu, berkabut air, atau terkena semprotan air? Untuk penggunaan di luar ruangan atau lingkungan keras, diperlukan tingkat proteksi yang lebih tinggi.

 

Metode pelumasan dan masa pakai:  Reducer standar umumnya telah dilumasi dengan minyak (atau gemuk) di pabrik. Pertimbangan utama:

1Masa pakai bebas perawatan: Berapa lama reduktor dapat beroperasi tanpa penggantian pelumas dalam kondisi normal? Ini sangat penting untuk reduktor yang dipasang di lokasi yang sulit dijangkau untuk perawatan.

2Pelumasan minyak: Reduktor berukuran besar atau berkapasitas tinggi mungkin memerlukan sistem pelumasan dan pendinginan minyak bersirkulasi paksa.

图片 5.png图片 4(4fd346460b).png

Kisaran suhu operasi: Suhu sangat rendah (seperti ruang penyimpanan dingin) atau sangat tinggi (seperti bengkel metalurgi)? Bahan dan pelumas reduktor yang dipilih harus kompatibel dengan kondisi tersebut.

 

Persyaratan kebisingan: Untuk lingkungan yang sensitif terhadap kebisingan (misalnya, fasilitas medis, laboratorium)? Reduktor bertipe planetary dan bevel gear memiliki tingkat kebisingan relatif rendah, sedangkan reduktor worm gear juga dapat lebih sunyi.

 

Backlash: Perpindahan sudut maksimum yang diizinkan pada poros keluaran ketika poros masukan dalam keadaan terkunci. Sistem penentuan posisi presisi (seperti meja putar) memerlukan backlash minimal (bahkan kurang dari 1 menit busur), sedangkan transmisi standar dapat mentoleransi backlash yang lebih besar (lebih dari 10 menit busur). Untuk aplikasi presisi tinggi, biasanya dipilih reduktor planeter atau reduktor RV.

 

V. Panduan Jebakan Praktis: Kesalahpahaman Umum dalam Pemilihan Model

Memfokuskan diri semata-mata pada daya sementara mengabaikan torsi merupakan kesalahan pemula terbesar! Parameter inti suatu sampel reduktor adalah torsi keluaran nominalnya. Daya motor harus dikonversi menjadi kapasitas torsi keluaran melalui rasio reduksi dan efisiensi guna menentukan kelayakannya.

Mengabaikan faktor keamanan! Memilih gearbox hanya berdasarkan torsi beban teoretis menimbulkan risiko tinggi terhadap kegagalan mendadak saat menghadapi kejutan saat start-up atau fluktuasi beban. Selalu terapkan faktor keamanan yang sesuai!

图片 6.jpg

 

Pemilihan tipe terlalu besar atau terlalu kecil:

Terlalu besar: Memboroskan uang! Volume dan berat meningkat, menempati ruang berharga, serta menaikkan biaya peralatan dan inersia.

Terlalu kecil: dapat menyebabkan panas berlebih, kebisingan berlebihan, keausan cepat, dan masa pakai singkat. Dalam kasus parah, dapat terjadi patah gigi atau benturan gigi.

Oleh karena itu, harus dicapai keseimbangan antara keandalan dan biaya.

 

Mengabaikan ruang dan metode pemasangan: Apakah ruang dalam desain tidak mencukupi? Apakah metode sambungan tidak sesuai? Hal ini dapat menyebabkan kegagalan pemasangan atau tegangan berlebih selama pemasangan paksa. Konfirmasikan dimensi antarmuka dan ruang pemasangan terlebih dahulu!

 

Mengabaikan koefisien kondisi operasi/koefisien aplikasi:  Contoh produk dari merek ternama menyediakan tabel koefisien kondisi operasi untuk berbagai aplikasi (misalnya, beban seragam, dampak sedang, dampak berat), yang menjadi acuan utama dalam pemilihan dengan mempertimbangkan faktor keamanan. Selalu konsultasikan tabel-tabel ini.

 

Meskipun memilih reduktor mungkin terasa menakutkan mengingat banyaknya parameter yang harus dipertimbangkan, kuncinya terletak pada fokus pada elemen-elemen utama: menentukan kebutuhan, memahami secara mendalam besaran torsi, memilih jenis reduktor yang tepat, memastikan pemasangan yang benar, serta mempertimbangkan faktor lingkungan. Ingatlah: Hanya reduktor yang paling sesuai dengan aplikasi peralatan Anda yang layak dipilih.

Jika Anda membutuhkan bantuan, jangan ragu untuk menghubungi tenaga penjualan kami guna memilih produk yang paling cocok bagi Anda.