Semua Kategori

Ilmu Populer Industri

Beranda >  Berita&Blog >  Ilmu Populer Industri

Pengaruh suhu terhadap operasi normal reduktor kecepatan Kata kunci: gearbox, gearbox, reduktor, reduktor kecepatan, reduktor, reduktor kecepatan

Feb 02, 2026

Suhu merupakan salah satu faktor paling penting yang memengaruhi kinerja dan efisiensi reduktor kecepatan . Berikut adalah analisis mendetail mengenai cara suhu memengaruhi reduktor kecepatan:

Penuaan Bahan Insulasi:

Masa pakai bahan insulasi dalam reduktor kecepatan secara langsung terkait dengan suhu maksimum yang dapat ditahan oleh bahan tersebut.

Jika suhu operasional reduktor kecepatan melebihi batas suhu maksimum yang diizinkan untuk bahan insulasi, proses penuaan akan dipercepat, sehingga masa pakai reduktor menjadi jauh lebih pendek.

Suhu tinggi dan fluktuasi suhu juga dapat merusak bahan insulasi, yang selanjutnya memengaruhi kinerja reduktor kecepatan.

Kinerja Minyak Pelumas:

Viskositas oli pelumas memiliki dampak signifikan terhadap pembuangan panas dan efisiensi operasional reduktor kecepatan.

Jika oli gigi yang dipilih memiliki viskositas lebih rendah, kenaikan suhu akan lebih nyata, sedangkan viskositas yang terlalu tinggi akan menyebabkan kesulitan dalam pembuangan panas.

Pada tingkat beban yang sesuai, oli gigi berviskositas rendah harus dipilih untuk meningkatkan pembuangan panas.

Mengisi oli secara berlebihan atau membiarkan tingkat oli terlalu tinggi juga akan memengaruhi pembuangan panas normal reduktor kecepatan.

Pengoperasian Awal dan Keausan Transmisi:

Transmisi yang baru dipasang memerlukan periode pengoperasian awal (break-in). Selama fase pengoperasian awal, karena peralatan belum memasuki tahap keausan normal, keausan menjadi signifikan, sehingga menyebabkan peningkatan suhu pada permukaan gigi reduktor kecepatan planeter.

Kenaikan suhu ini merupakan tahap yang wajib terjadi dalam operasi peralatan normal, namun suhu yang terlalu tinggi tetap memerlukan perhatian.

Beban dan Lapisan Minyak:

Jika beban gearbox terlalu tinggi, lapisan minyak pelumas dapat pecah, sehingga meningkatkan kecenderungan kegagalan akibat keausan, meningkatkan gesekan antar gigi, dan akibatnya suhu permukaan gigi menjadi lebih tinggi.

Kelas viskositas atau minyak pelumas tingkat beban yang sesuai harus dipilih berdasarkan beban kerja, seperti minyak pelumas berviskositas tinggi dan minyak pelumas gigi tekanan ekstrem. Minyak-minyak ini bermanfaat bagi pelumasan, tetapi juga dapat berdampak negatif terhadap pembuangan panas.

Kenaikan Suhu dan Gangguan:

Kenaikan suhu adalah selisih suhu antara reduktor dan lingkungan sekitarnya, yang disebabkan oleh panas yang dihasilkan reduktor, serta merupakan indikator penting dalam perancangan dan pengoperasian reduktor.

Jika kenaikan suhu meningkat secara tiba-tiba selama operasi, hal ini dapat menunjukkan adanya gangguan pada reduktor, seperti saluran udara tersumbat atau beban berlebih.

Dalam kasus ini, pendinginan alami, pendinginan dengan air, atau pendinginan menggunakan kipas dapat digunakan untuk menurunkan suhu.

Suhu memengaruhi reduktor dalam berbagai cara, antara lain penuaan bahan isolasi, kinerja minyak pelumas, proses penyesuaian awal (break-in) dan keausan gearbox, hubungan antara beban dan lapisan minyak (oil film), serta hubungan antara kenaikan suhu dan terjadinya gangguan. Oleh karena itu, saat menggunakan reduktor kecepatan, suhu harus dikendalikan secara tepat guna memastikan reduktor kecepatan beroperasi dalam kisaran suhu yang sesuai, sehingga kinerja dan efisiensinya dapat ditingkatkan.